Denpasar – Fakultas Teknik Universitas Udayana melaksanakan Workshop “Penguatan Sistem Pendidikan Keteknikan Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Mendukung Akreditasi Internasional IABEE serta Implementasi Washington Accord, Sydney Accord, dan Seoul Accord” bertempat di Hotel Grand Santhi, Sabtu (18/7/2026). Workshop ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Ir. Berlian Kushari, ST.,M.Eng.,IPM.,ASEAN.Eng dan Ir. Arief Syaichu Rohman, M.Eng.Sc.,Ph.D. Disamping dari Universitas Udayana, Workshop ini juga diikuti oleh peserta dari Universitas Warmadewa, Universitas Ngurah Rai, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Mahasaraswati dan Universitas Hindu Indonesia.

Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc.,Ph.D mewakili Rektor Universitas Udayana. Dalam sambutannya Wakil Rektor mengatakan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk me-refresh kembali terkait OBE walaupun isunya sudah lama, karena kurikulum itu dinamis sesuai kebutuhan masyarakat sebagai bentuk luaran atau outcome dari proses pembelajaran. Universitas Udayana mencanangkan implementasi OBE diseluruh program studi khsususnya yang non kesehatan. Data dari LP3M baru 38 program studi yang menerapkan dan kita berharap begitu input nilai dibulan Juli ini angkanya akan meningkat sehingga dapat diklaim bahwa telah melaksanakan standar proses pembelajaran. Kita di Unud sangat berbangga memiliki Fakultas Teknik yang sangat semangat untuk berinovasi.

Kepada peserta yang akan menjadi tulang punggung dimasa yang akan datang pihaknya sangat berharap dapat mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE ini dengan baik sehingga meningkatkan kualitas lulusan. Perlu disinkronkan kembali disemua lini terkait apa yang diharapkan pengguna terhadap lulusan. Melalui kegiatan ini kita akan bersama-sama berdiskusi mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dari narasumber untuk nantinya siap diimplementasikan. Apapun upaya yang kita lakukan goalnya adalah akreditasi.
“OBE adalah pranata awal atau kebutuhan yang paling standar atau mendasar kalau kita melakukan akreditasi-akreditasi internasional,” ujar Wakil Rektor.

Melalui workshop ini kita akan direfresh kembali sebelum memasuki masa perkuliahan mengenai kurikulum atau rancangan pembelajaran sehingga bisa menjamin bahwa lulusan kita bermutu.
Adapun materi yang disampaikan narasumber pada workshop yakni Instrumen Akreditasi Internasional IABEE dan strategi implementasi Outcome-Based Education pada Program Studi Keteknikan, Evaluasi ketercapaian CPL, Student Outcomes, Continuous Quality Improvement (CQI), serta pengakuan global melalui Washington Accord, Sydney Accord, dan Seoul Accord.