Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (15/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan berbasis desa sebagai implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Bali Era Baru.
Peluncuran program tersebut dihadiri Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si dan undangan lainnya.
Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera Tahun 2026 diikuti lebih dari 12 ribu mahasiswa dari 38 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali. Universitas Udayana menjadi salah satu peserta dengan mengirimkan 3.819 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan diterjunkan ke berbagai desa di Bali.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Bali sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan perguruan tinggi se-Bali yang dikoordinasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan maupun sektor pariwisata, melainkan harus menjangkau seluruh desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
“Program ini merupakan langkah nyata memperkuat pembangunan berbasis desa sebagai implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru,” ujar Wayan Koster.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga media. Melalui sinergi tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

Kepada ribuan mahasiswa peserta KKN, Gubernur berpesan agar menjadikan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai pengalaman nyata dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Mahasiswa diminta aktif berinteraksi dengan masyarakat, memahami kebutuhan warga, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi desa.
Selain itu, Gubernur Bali mengajak para mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, menjunjung tinggi integritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta menguatkan semangat gotong royong selama menjalankan pengabdian di masyarakat. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan desa dan kemajuan Bali secara menyeluruh.