LOADING...
Udayana University

Sinergi Unud dan BMKG Denpasar: Wujudkan Kampus Tangguh Bencana Lewat Sosialisasi Mitigasi Gempa, Tsunami, dan Petir

Juli 09, 2026 11:22 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

JIMBARAN – Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Denpasar menggelar kegiatan “Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Gempabumi, Tsunami, dan Petir di Wilayah Bali”. Acara edukatif ini berlangsung pada Rabu (8/7/2026) bertempat di Aula Lecture Building (LB), Kampus Unud Jimbaran.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons nyata terhadap kondisi geografis Pulau Bali yang dikelilingi oleh lempeng tektonik aktif serta potensi cuaca ekstrem. Melalui pembekalan teori dan praktik simulasi, kolaborasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif untuk menekan risiko dampak bencana di lingkungan akademis.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana, Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. Dalam sambutannya, Wakil Rektor menekankan bahwa sebagai pusat pendidikan dengan ribuan civitas akademika, Universitas Udayana memiliki tanggung jawab moral untuk memprioritaskan keselamatan dan menjadi pelopor ketangguhan bencana.

“Kita semua tahu dan sangat mencintai Bali. Namun, ancaman gempabumi, tsunami, hingga bahaya sambaran petir bukanlah sesuatu yang bisa kita prediksi kapan datangnya dengan pasti. Bencana memang tidak bisa kita bendung, tetapi dampak dan korbannya sangat bisa kita kurangi jika kita tahu apa yang harus dilakukan. Kuncinya adalah kesiapsiagaan,” ujar Prof. Alit.

Wakil Rektor juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian kegiatan, khususnya sesi simulasi, dengan sungguh-sungguh. “Menjadikan lingkungan kampus yang tangguh bencana (disaster-ready campus) adalah sebuah keharusan, bukan lagi pilihan. Lewat simulasi nanti, kita akan melatih refleks tubuh dan mental kita,” imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Denpasar, Dr. Ma’muri. Ia menyatakan bahwa kegiatan edukasi dan mitigasi seperti ini merupakan salah satu tugas pokok BMKG dalam melindungi masyarakat. Lebih lanjut, Dr. Ma’muri berharap kerja sama antara BMKG dan Universitas Udayana dapat berkembang ke ranah akademik yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Kami di Stasiun Geofisika Denpasar membuka pintu lebar-lebar bagi mahasiswa Universitas Udayana yang ingin melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kami juga berharap dapat berkolaborasi lebih jauh dalam bidang riset dan penulisan karya ilmiah atau skripsi, khususnya bersama rekan-rekan dari jurusan Fisika,” ungkap Dr. Ma’muri.

Selain itu, Dr. Ma’muri membagikan pengalaman sukses stasiun BMKG di wilayah lain yang telah menerapkan program KKN Tematik. Melalui program tersebut, BMKG memberikan pembekalan berupa Training of Trainer (TOT) mengenai kebencanaan kepada mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa KKN dapat menjadi agen sosialisasi mitigasi bencana yang efektif bagi warga di lokasi pengabdian mereka.

Acara ini menghadirkan dua pembicara dari BMKG, Pembicara pertama, I Putu Dedy Pratama, M.Si., memaparkan materi mengenai “Potensi Gempabumi, Tsunami, dan Petir di Wilayah Bali” guna memberikan peta spasial dan pemahaman sains terkait ancaman bencana setempat. Materi kemudian dilanjutkan oleh pembicara kedua, Muhammad Fadhila Affan, S.Tr.Geof., yang mengupas tuntas mengenai “Upaya Mitigasi Gempabumi, Tsunami, dan Petir”, termasuk langkah-langkah menyelamatkan diri saat berada di gedung bertingkat maupun ruang terbuka hijau.

Usai pemaparan materi, seluruh peserta didampingi tim BMKG melakukan praktik simulasi penyelamatan diri menyeluruh, disusul dengan post-test dan evaluasi bersama. Melalui sinergi kuat antara akademisi dan instansi teknis kebencanaan ini, diharapkan Universitas Udayana dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dan responsif terhadap keselamatan lingkungan sekitar.