LOADING...
Udayana University

Unud Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”

Mei 02, 2026 21:16 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Jimbaran – Universitas Udayana melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 bertempat di Halaman Depan Gedung Rektorat Kampus Jimbaran, Sabtu (2/5/2026). Upacara Peringatan diikuti oleh Para Pimpinan dan Civitas Akademika dilingkungan Universitas Udayana. Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST.,Ph.D, Komandan Upacara Joel Jules Chevalier Leisubun (Fakultas MIPA/Menwa), Pembawa Bendera Putu Desta Paramita Ermawan (FK/Menwa), Pengerek Bendera I Gusti Agung Angga Auren Pratama (FT/Menwa), Pembentang Bendera Muhammad Daffa Purnomo (FK/Menwa), Ajudan dan Danton dari Menwa Ugrasena serta iringan lagu dari UKM Marching Band Universitas Udayana.

Tema Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun ini yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Dalam upacara peringatan juga dilaksanakan penyerahan penghargaan Satya Lancana Karya Satya kepada 269 penerima dilingkungan Universitas Udayana. Penerima Satya Lancana Karya Satya 10 tahun sebanyak 202 orang, Satya Lancana Karya Satya 20 tahun sebanyak 41 orang dan Satya Lancana Karya Satya 30 Tahun sebanyak 26 orang.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada pidatonya dalam peringatan Hardiknas tahun 2026 yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan kembali keyakinan kita bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan. Amanat konstitusi menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan memerdekakan, bukanlah pilihan melainkan kewajiban kebangsaan. Inilah ruh tema peringatan tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”. Tema ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dan menjadi orientasi pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang tertuang dalam Rencana Strategis 2025–2029 dengan visi “Terwujudnya Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045”. Inilah semangat Diktisaintek Berdampak yang menjadi arah bersama, menjiwai setiap langkah transformasi, dan menggerakkan ikhtiar kolektif kita bagi kemajuan bangsa.

Lebih lanjut disampiakna bahwa Transformasi itu bertumpu pada tiga kekuatan besar. Pertama, perluasan akses secara inklusif, tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, maupun keterbatasan sosial. Kedua, kolaborasi yang melahirkan Solusi, Kampus perlu semakin hadir di tengah masyarakat dengan memperkuat perannya sebagai pusat inovasi yang melahirkan solusi bagi bangsa. Ketiga, riset yang berdampak nyata, Riset Indonesia diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga melahirkan inovasi, industri, dan solusi.

Di atas seluruh agenda tersebut, kita memiliki cita-cita besar: Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan. Indonesia harus menjadi pencipta ilmu. Transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda, semuanya adalah arsitek masa depan Indonesia.

Pada Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita teguhkan satu keyakinan, bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa. Mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua. Karena dari ruang-ruang belajar hari ini, kita sedang menentukan arah masa depan Indonesia.